Thursday, February 22, 2018

TUMPEK, Pakem Gama Tirtha


Pertemuan antara Saptawara (saniscara) dengan pancawara (kliwon) disebut dengan Saniscara Kliwon. Hari ini adalah hari suci / rerainan yang disebut “Tumpek”. Disebut Tumpek, karena hari ini adalah puncak atau tonggak “pituduh” (perintah / peringatan) kepada seluruh umat manusia agar senantiasa "eling" kehadapan Sanghyang Maha Wisesa. Karena pada hari Saniscara Kliwon Sanghyang Mahawisesa turun ke dunia memberikan waranugraha kepada umat manusia dan alam semesta dengan segala isinya.
Oleh karena itu Sang Gama Tirtha (umat sedarma) mesti maprakerti / melakukan pemujaan dan widiwidana dengan menghaturkan sarwa wangi - wangian dan pasucian di sanggar dan di “luhuring aturu” (di atas tempat tidur).
Pada malam harinya diharapkan tidak melakukan kegiatan kerja, namum patut melaksanakan “hening adnyana nirmala” mengheningkan pikiran memuja Sanghyang Darma serta memahami ajaran sastra utama.
Karena merupakan pertemuan antara saptawara dan pancawara, maka Tumpek datangnya setiap satu bulan sekali (satu bulan Bali / 35 hari), yakni Tumpek Landep, Tumpek Wariga (tumpek bubuh), Tumpek Kuningan (hari Raya Kuningan), Tumpek Krulut, Tumpek Uye (tumpek andang / kandang), dan Tumpek Wayang. Masing - masing tumpek adalah tonggak dari pituduh Hyang Wisesa untuk memuliakan isi alam semesta, dengan segala prakerti dan widiwidana masing masing.
Demikian dalam cakepan Gama Tirtha, Sapta Gama, Sunar Igama. Ampura. Iseng manyurat ring gook malong.
#Tumpek #GamaBali #HinduBali #GamaTirtha #KiBuyutDalu
kanduksupatra.blogspot.com

No comments:

Post a Comment