Thursday, January 19, 2017

ADUK SERE AJI KETENG dan PISUNA LAWAR JELEMA


Jadi teringat dengan salah satu bagain cerita Ki Balian Batur. Ketika ketentraman masyarakat terusik oleh kehadiran seseorang yang tak jelas juntrungnya, tiba tiba meneriakkan “lawar jelema”. Orang ini menuduh Ni Made Wali anak Ki Balian Batur telah menjual lawar jelema (daging manusia). Kontan saja masyarakat terperangah dan mencaci maki si pedagang. Orang - orang termakan isu dan fitnah dari si pemabuk ini. Belum lagi tingkah polahnya tak beradab, kencing sana kencing sini, teriak sana teriak sini, makan tak bayar, dll. Suasana jadi kacau. Akibat yang lebih parah adalah pembalasan Ki Balian Batur yang memakan banyak korban dengan kekuatan ilmu hitamnya.
Ketika orang – orang sedang giat-giatnya bekerja, ketika pamong negeri sedang bahu-membahu menata kehidupan sosial ekonomi, ketika para panglima kesatrya negeri sedang getol-getolnya membenahi alutsista, ketika masyarakat sedang bersukacita menyanyi dan menari, ketika para atlet sedang semangatnya mempersembahkan medali dan prestasi untuk negeri, ketika para mahasiswa dan pelajar sedang berkonsentrasi untuk menyerap ilmu pengetahuan, tiba-tiba situasi diramaikan oleh kehadiran orang yang menebar fitnah, menebar kebencian dimana-mana, kesana ke sini memprovokasi, bicaranya ngawur. Ketenangan masyarakat terusik, konsentrasi pemerintah kurang fokus, masyarakat terbelah dalam dua kubu, keutuhan negeri terancam. Masyarakat yang sudah “paras paros” (bersatu seiya sekata) kini menjadi “poros porosan” (terbelah dalam kubu – kubuan). Negeri ini sedang direpotkan oleh segerombolan “jelema punyah”. Mabuk Ideologi. Mabuk keyakinan. Mabuk kebenaran. Mabuk surga. “Nyapa Kadi Aku” – maunya sendiri. “Aduk Sere Aji Keteng” – ketentraman orang banyak terusik oleh segelintir orang.
Kalau dipikir-pikir, sepertinya lebih mending punyah tuak daripada punyah di atas. Dumogi sareng sami Paras Paros Sarpanaya Gilik Seguluk Selunglung Sebayantaka. Ampura.
#BhinekaTunggalIka #ParasParos #TuakBaliJiwaLaki #Orig #kanduksupatra.blogspot.com

No comments:

Post a Comment