Wednesday, September 20, 2017

SATU SURO…… Kebangkitan TAKSU Tanah Jawa





Satu Suro adalah hari pertama dalam penanggalan Jawa. Bisa dikatakan sebagai tahun baru penganggalan Jawa.
Di kalangan masyarakat tradisional Jawa yang masih mengemban tradisi dan budi perketi leluhur, malam satu suro adalah malam yang sangat istimewa dan malam yang sangat sakral. Malam ini para leluhur, para dewa dewi, para eyang, para danghyang, para pengikut dan pengawal beranjangsana mengunjungi anak cucu buyut di rumah. Kehadiran para Hyang inilah dirasakan malam ini  terasa sakral beraura angker.
Pada hari ini tak banyak yang bepergian jauh, berusaha untuk diam di rumah. Sejatinya adalah untuk dapat menyambut kehadiran para leluhur dari alam kahyangan untuk dipersembahkan sesaji semampunya. Walaupun ini tak nyata / maya, namun keyakinan mereka akan membuat semuanya menjadi nyata. Malam ini Tanah Jawa diliputi suasa magis yang kental karena kehadiran para Hyang dari alam suniantara.
Karena dewa dewa, para danghyang, dan para leluhur turun dari kayangan pada hari itu, maka oleh para anak cucu buyut kesempatan ini digunakan  untuk intropeksi diri, meruwat diri, penyucian lahir batin, dan memohon anugrah kesentausaan. Juga digunakan untuk membersihkan dan menyucikan benda pusaka peninggalan leluhur, karena sang pemilik akan datang beranjangsana, serta dimohonkan agar kekuatan, daya magis, dan kesucian pusaka tetap terjaga.
Bulan Suro, bulan introspeksi, bulan penyucian diri, sehingga masyarakat tradisional Jawa sejak dahulu mengurangi aktifitas rutin, dan lebih banyak melakukan aktifitas rohani.
Bagi para penganut keyakinan leluhur tanah Jawa, Satu Suro mesti menjadi tonggak KEBANGKITAN TAKSU TANAH JAWA / kekuatan magis tanah Jawa yang didasari tradisi dan Budi Pekerti Leluhur.
Rahayu… Dirgahayu…. Dirgayusa….. Ampura

#SatuSuro #LeluhurTanahJawa #PusakaLeluhur #RuwatanJawa
kanduksupatra.blogspot.com

No comments:

Post a Comment