Friday, September 18, 2015

Kontak Dengan Wong Samar





Wong samar pengertian lugasnya adalah sosok seperti manusia yang samur, kabur, alias tak jelas, dimana sosok tersebut berada di dunia lain. Sosok mahluk samur tersebut beraktifitas seperti manusia biasa, namun aktifitasnya terpisah oleh ruang dan waktu. Artinya bahwa manusia melakukan aktifitas di tempat yang sama dengan wong samar, namun kedua aktifitas tersebut dalam dimensi yang berbeda. Apabila aktifitas antara wong samar dan manusia terjadi pada tempat yang sama, mengapa manusia tak tahu atau tak menyadari kalau di sisi lain ada aktifitas dari mahluk lainnya yang disebut dengan wong samar? Kenapa tak dirasakan, atau kenapa tak kelihatan?
Secara logika ilmiah hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Manusia dan wong samar sejatinya adalah sama-sama mahluk Tuhan, sama sama merupakan isi alam semesta. Namun keduanya ada pada dunia yang berbeda. Kedua belah pihak hidup atau beraktifitas dalam ruang dan waktu yang berbeda. Yang membedakan tersebut adalah frekewensi dan amplitudo energy-energy elektromagnetik yang dimiliki oleh kedua ciptaaan Tuhan ini. Dunia manusia bisa jadi memiliki frekwensi gelombang elektromagnetik yang lebih tinggi, sedangkan wong samar dalam energi dan amplitudo yang lebih rendah.
Hal ini bisa kita jelaskan seperti dua orang yang berkomunikasi menggunakan radio amatir seperti handy talky (HT). Dua orang ini bisa kontak atau berkomunikasi apabila mereka berada dalam frekwensi radio yang sama. Dan ketika frekwensi itu berubah, maka tak akan bisa berkomunikasi dengan yang dimaksud. Artinya pula bahwa manusia bisa saling berkomunikasi dan beraktifitas karena manusia memiliki kesamaan energy satu sama lainnya, memiliki rentang frekwensi yang relatif sama.
Dalam hal ini bisa jadi wong samar memiliki rentang energi atau frewensi yang berbeda dengan manusia, sehingga walaupun dia berada dalam tempat yang sama, maka manusia tak akan bisa kontak dengan  aktifitas wong samar tersebut.
Bagaimana dengan manusia yang bisa melakukan kontak kerja sama dengan wong samar? Inilah yang kemudian yang disebut dengan manusia dengan lintas frekwesni. Yakni manusia yang memiliki frekensi energy elektromagnetik kehidupan dengan rentang yang sangat lebar. Maksudnya bahwa rentang frekwensi yang ia miliki mencapai frekwensi setinggi manusia biasa sampai dengan frekwensi rendah serendah frekwensi kehidupan wong samar. Artinya bahwa ketika orang yang memiliki rentang energi yang lebar tersebut, apabila ingin kontak dengan wong samar maka ia harus merendahkan frekwensi energi elektromagnetik tubuhnya sehingga frekwensi tersebut bersinggungan atau berada pada frekwensi kehidupan wong samar. Ketika energy itu bersinggungan, maka pada saat itulah orang tersebut masuk ke dunia wong samar, melihat wong samar, serta mampu berkomunikasi dengan wong samar. Dan apabila mereka ingin kembali ke dunia manusia maka orang tersebut akan menaikkan frekwensi kehidupannya sehingga pada level frekwensi manusi biasa, sehingga ia keluar dari dunia wong samar dan masuk kembali ke dunia manusia biasa. Demikian seterusnya. Jadi orang tersebut secara sadar mampu mengatur naik turun frekwensi energy elektromagnetik tubuhnya. Orang ini sadar dan tahu kemampuannya. Orang yang demikian ini dikatakan memiliki tampak tis atau perangai sejuk.
Berbeda dengan seseorang yang tak menyadari dirinya memiliki frewensi kehidupan yang mencapai rentangan kehidupan wong samar. Dalam situasi tertentu ia tak menyadari bahwa frewensi tubuhnya mencapai titik rendah, lalu masuk ke dalam dunia wong samar. Ketika secara tak sadar ia masuk ke dunia samur itu, ia kemudian menjadi bengong dan terheran-heran, kemudian tak menyadari ia berada dimana. Lalu ia larut dalam kehidupan dunia wong samar. Orang tersebut menjadi tak sadar, bengong-bengong tak karuan, sehingga kehidupan normalnya sebagai manusia menjadi tak karuan. Inilah yang kemudian disebut seseorang yang sedang dikendalikan oleh wong samar. Karena ia tak sadar akan keberadaannya dan tak mampu keluar dari dunia. Tipe orang seperti ini disebut memiliki tampak nyem atau energy tubuhnya rendah alias dingin.
Keadaan energy tubuh seperti ini tak bisa dibentuk begitu saja. Ini adalah bekal lahir, dan hal ini sejatinya adalah sebagi buah dari proses kehidupan sebelumnya. Seseorang yang sering melakukan tapa brata yoga samadi atau olah batin, maka bibit-bibit olah batin atau olah frekwensi akan terbentuk dalam cita budhi manah dan ahamkara-nya yang nantinya akan mempengaruhi energi tubuh dalam kelahiran berikutnya untuk menjadi manusia yang bisa mengatur frekwensi tubuh, yakni manusia yang bisa masuk ke dalam dunia nyata dan dunia wong samar. Beberapa orang bisa melakukan hal tersebut, seperti mereka yang sudah sering kontak dengan wong samar atau mahluk lainnya. Orang ini dikatakan memiliki indra keenam.
Dengan latihan yang terus menerus serta olah batin yang tekun melakukan tapa brata yoga samadi, maka tidak saja memasuki dunia wong samar yang berada pada frekwensi yang lebih rendah, namun bisa juga memasuki dunia yang frewensinya sangat tinggi yakni dunia para mahluk yang lebih tinggi yakni dunia para widyadara widyadari, dunia betara dan dunia para dewa. Sehingga seperti jaman dahulu bahwa manusia bisa berkomunikasi dengan para dewa dan para mahluk di kayangan. Kemampuan ini hanyalah dimiliki oleh para sadhu, orang suci, para yogiswara yang tekun melakukan tapa brata yoga semadi dalam kehidupannya.
Manusia yang disebut dengan manusia memiliki keterbatasan dalam ruang gerak, karena manusia tubuhnya disusun oleh pancamahabhuta yang bersifat masif atau padat, sehingga ia memiliki ukuran dan bentuk tersendiri. Badan manusia seperti ini tak bisa melewati rintangan yang bahannya sama dengan panca mahabuta. Seperti manusia yang berbadan padat ini tak bisa menembus rintangan berupa tembok, kayu, dll. Sedangkan manusia di alam samur atau wong samar komponen penyusun tubuhnya bersifat astral atau halus. Ia hanya berupa badan suksma yang tak tersusun oleh panca maha bhuta, ia hanya tersusun oleh komponen halus yang disebut dengan panca tan matra. Sehingga ia merupakan sebuah sosok dalam kehampaan, namun berisi. Inilah mahluk samar tau mahluk astral. Sehingga ia bisa menembus tembok atau benda padat lainnya. Ia hanyalah sebuah kumpulan energy kehidupan berbentuk seperti yang ia inginkan. Dengan demikian ia bisa merubah bentuknya sesuai dengan yang ia inginkan. Dan ketika manusia berada dalam kondisi dimana energi tubuhnya sama dengan energy mahluk astral tersebut, maka pada saat itulah manusia dapat melihat keberadaan mahluk tersebut, berkomunikasi, bahkan melakukan aktifitas bersama sesuai dengan keinginannya.
Kontak yang semakin intensif dari manusia dengan mahluk astral ini memunculkan atau sampai pada tahap pertemanan yang akrab. Kalau itu sosok laki dan perempuan bisa jadi terjadi hubungan khusus yang disebut dengan pacaran bahkan perkawianan. Maka kerapkali di masyarakat ada isu bahwa seseorang memiliki pacar wong samar, atau memiliki istri atau suami wong samar. Dalam pada itu juga, kerapkali manusia menggunakan pola hubungan ini untuk melakukan suatu kegiatan sesuai dengan kepentingan dari manusia itu sendiri. Untuk kepentingan bisnis, ekonomi, kekuasaan, dunia pengobatan dan lain-lain.
Pola hubungan seperti ini awalnya adalah kontak biasa melanjut menjadi persekutuan yang sudah tentunya saling menguntungkan. Maksudnya bahwa manusia akan dibantu oleh wong samar untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh manusia itu sendri. Sedangkan manusia itu sendiri terikat kontrak perjanjian dengan wong samar yang telah membantunya. Apakah dalam bentuk haturan sesaji secara rutin atau hal lain sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. (Ki Buyut/Kand.)    

No comments:

Post a Comment