Monday, November 13, 2017

SANG ANTAREJA Menjelajah Dasar Bumi




Pada awal pengerjaan proyek MRT di Jakarta, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian bor bawah tanah yang diberi nama ANTAREJA. Siapakah Antareja?

Diceritakan di taman Maduganda, Dewi Subadra kedatangan tamu yang tak diundang yakni Burisrawa putera Prabu Salya dari Mandaraka. Tiba - tiba saja ia sudah masuk ke taman, membuat Dewi Subadra kaget. Dewi Subadra terus dirayu oleh Burisrawa yang sejak dulu sudah mendambakannya. Buriswara makin lama makin kasar pada Dewi Subadra. Dewi Subadra tidak menanggapi. Burisrawa menjadi brutal, lalu mengeluarkan senjata untuk menakut - nakuti Dewi Subadra. Namun Dewi Subadra malah menubruk keris itu, hingga tewas.
Mengetahui Dewi Subadra tewas, Burisrawa  menjadi ketakutan. Ia segera bersembunyi di balik tanaman di kegelapan. Dewi Srikandi lalu datang dan mendapati Subadra telas tewas.  Ia menjadi marah lalu mencari pembunuhnya. Di kegelapan ada bayangan orang di dekat tanaman. Srikandi bertanya “apakah ini  Patih Sucitra?”. Dijawab oleh orang itu “ya betul saya Patih Sucitra”. Srikandi terus berkata “kok suaranya seperti Patih  Surata?” Mendengar suara itu, orang itu juga membetulkan, kalau ia Patih Surata. Dengan jawaban itu, maka yakinlah Srikandi bahwa orang asing ini yang membunuh Dewi Subadra. Ia mengejar bayangan orang itu dan berhasiil lolos. Srikandi segera memberitahukan kejadian ini  kepada Arjuna dan keluarga semua.
Prabu Kresna menyarankan, agar dapat mengetahui siapa pembunuhnya maka  Dewi Subadra harus dilarung ke sungai. Lalu Gatotkaca ditugaskan untuk mengawasi keberadaan Dewi Subadra. Demikian awalnya.
Kini diceritakan Sang Antareja. Ia adalah putera Sang Bima dengan Dewi Nagagini (puteri Sang Antaboga). Ketika beranjak dewasa, ia ingin mengabdi pada saudara dan ayahnya. Antareja memiliki kesaktian bisa berjalan di dalam bumi / dalam tanah. Antareja lalu berpamitan pada kakek dan ibunya untuk menemui ayahnya di Amarta (Indraprasta). Kakeknya membekali Antareja dengan tirta Prawitasari (amerta) serta Aji Kawastraman (ilmu merubah wujud).
Saat itu Antareja sedang melakukan perjalanan mencari ayahnya. Ia menempuh perjalanan lewat jalan bawah tanah. Setelah sekian lama dalam perjalanan bawah tanah, Sang Antareja sampai di Sungai Yamuna. Sesampai di permukaan air, ia melihat jasad seseorang sedang mengambang di sungai. Antareja bermaksud akan menghidupkan kembali orang tersebut. Ia segera mendekati jasad Dewi Subadra. Gatutkaca melihat ada seseorang yang menghampiri jasad Dewi Subadra, maka Gatutkaca segera menyerangnya dan terjadilah perkelahian.
Saat perkelahian sengit itu, Bagawan Narada datang memberitahu kalau keduanya masih bersaudara. Keduanya putera Werkudara.
Singkat cerita, tubuh Dewi Wara Subadra diperciki Tirtha Prawitasari, lalu hidup kembali. Keluarga senang melihat Dewi Subadra. Dewi Subadra lalu menceritakan apa sebenarnya telah terjadi hingga ia tewas.
Mendengar penuturan Dewi Subadra, Antareja merasa geram. Ia ingin membalas kejahatan Burisrawa. Dengan bekal pusaka kakeknya yakni Aji Kawastraman, Antareja berubah wujud menjadi Dewi Subadra. Iapun pergi ke kediaman Burisrawa di Kerajaan Balika. Dewi Subadra palsu ini berpura - pura  ingin membersihkan rambut gimbal Burisrawa  yang penuh kutu. Burisrawa senang sekali ketika Dewi Subadra yang didambakannya tiba – tiba datang di hadapaannya. Burisrawa akan memberi hadiah kalau Dewi Subadra dapat kutu sembilan maka Burisrawa dapat jotos dari Dewi Wara Subadra. Dewi Subadra palsu mendapat sembilan kutu, maka Dewi Subadra pun memukul Burisrawa, sehingga jatuh tergeletak. Buriswara terkejut karena pukulannya seperti laki laki.
Setelah melirik ke belakang, ternyata yang ada di belakangnya bukan Dewi Subadra tetapi seorang laki-laki yang mirip Gatutkaca. Maka terjadilah perkelahian antara Burisrawa dan Antareja. Burisrawa melarikan diri ketakutan.
Antareja kembali ke Indraprasta, lalu menceritakan semuanya pada ayahnya Werkudara dan para Pandawa. Antareja senang bisa bertemu dengan ayahnya dan keluarga Pandawa.

Kisah Antareja mencari ayahnya ini dalam pakeliran wayang purwa sering diberi lakon “Subadra Larung”. Begitu katanya. Tutur puyung I Lutung Puruh. Ampura.

#Antareja #Amarta #SubadraLarung #TirthaPrawitasari #AjiKawastraman #KelirWayangPurwa
kanduksupatra.blogspot.com

No comments:

Post a Comment